Translate

Rabu, 15 Februari 2017

Dimana Akal Sehatmu?


Hari ini beberapa propinsi di Indonesia melakukan Pilkada serentak, salah satunya adalah propinsi DKI Jakarta.

Riuh pilkada DKI Jakarta sudah ramai sejak beberapa bulan lalu. Ramai dengan berbagai isu dari setiap pasangan calon (paslon) Gubernur. Dari ketiga paslon, paslon no.2 yang paling ramai diberitakan karena sang calon Gubernur tersandung kasus penistaan agama dengan status tersangka dan sedang menjalani proses persidangan.

Lucunya, hasil quickcount menyatakan bahwa paslon no.2 meraih keunggulan suara dibanding calon lainnya*

Saya teringat beberapa tahun lalu, kala Bapak Nurdin Halid yang berstatus narapidana namun masih menjabat sebagai ketua PSSI. Begitu banyak suara yang meminta beliau untuk diganti karena statusnya yang sebagai narapidana dianggap menyalahi statuta FIFA.

Untuk seorang ketua organisasi saja masyarakat bisa menilai mana yang layak menjadi ketua mana yang tidak.

Begitu pula ketika memilih seorang kepala daerah yang akan memimpin wilayah ibukota. Seharusnya masyarakat dapat lebih cerdas lagi dalam memilih pemimpinnya. Bukan memilih pemimpin yang berstatus sebagai tersangka.

Kemanakah akal sehat para pemilih?
Sadarkah mereka akan pilihannya?


***

*Pada saat tulisan dibuat.
*Ralat: status calon Gubernur no.2 bukan tersangka, tetapi sudah terdakwa.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar