Lain di bibir, lain di hati, lain pula dengan sikap yang tampak
Kala lisan tak sejalan dengan tindakan, itu munafik!
Mengucap pamit untuk melangkah pergi hanyalah omong kosong
Sekedar kata dan perpisahan fisik belaka
Darinya, tak sedikitpun engkau berpaling
Untuknya, masih saja ada doa yang terucap di setiap penghujung malam
Katanya tak berharap lagi, tapi kenapa engkau memohon tentang dia kepada-Nya?
Katanya melepaskan, tapi kenapa rindu selalu engkau titipkan kepada-Nya?
Jika tak berharap lagi, seharusnya nama itu telah hilang dari doamu
Jika sudah melepaskan, seharusnya tak ada lagi rindu untuknya
Ah hati, engkau sungguh munafik
Ikhlasmu hanya sekedar kata
Nyatanya, engkau masih berlindung di balik rintik hujan, sembunyikan isak rindu yang terpendam
Nyatanya, engkau masih mencintainya ....
05.12.17 - 08:35
~Agita Maulani~
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar