Ada apa dengan tanggal 14 Februari?
Tidak ada apa-apa!
Sebagian orang merayakan yang katanya hari kasih sayang, tapi seorang muslim tidak merayakan yang bukan perayaannya karena hal ini dilarang oleh agama.
Dari Ibn Umar beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka ia termasuk bagian dari mereka." (HR Abu Dawud)
Setiap orang memiliki identitas agama masing-masing. Begitu juga dengan seorang muslim. Dia memiliki tata cara ibadah sendiri, juga memiliki perayaan sendiri. Jadi tidak perlu mengikuti apa yang bukan bagian dari agamanya.
Toleransi bukan berarti ikut-ikutan. Menghormati perbedaan memang keharusan tetapi jangan sampai menggorbankan keimanan.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
“Untukmu agamamu, dan untukkulah agamaku.” (QS Al Kafiruun : 6)
Tentang kasih sayang, hati orang muslim tidak pernah kering akan kasih sayang karena agama mengajarkan agar saling menyayangi. Bukan saja pada sesama manusia tetapi pada semua makhluk di muka bumi.
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِى السَّمَاءِ
“Orang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalian.” (HR. Abu Dawud, dinyatakan sahih oleh al-Albani).
Jadi, tidak ada yang harus dirayakan karena kasih sayang ada di hati dan keseharian seorang muslim.
Barakallahufiikum.
14.02.2019 - 21:40
Agita Maulani
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar