Setiap
awal akan bertemu dengan akhir, itu sudah hukum alam. Bagai siang berganti malam,
sedih ditemani kebahagiaan. Tak ada yang betul-betul abadi.
Namun
cinta tak begitu. Tak pernah ada akhir dari cerita cinta. Kisahnya akan terus
ada.
Cinta
yang berakhir dipelaminan bukan berarti cinta sejati telah menemui akhir
kisahnya.
Pernikahan
adalah awal dari pembuktian cinta. Perjuangan mengarungi bahtera kehidupan
bersama-sama. Ombak tak selalu tenang, terkadang datang riak-riak kecil, tak
sekali gelombang tinggi datang menerjang. Seberapa kuat engkau akan bertahan
menjaga bahtera tetap ada, atas nama cinta.
Pun
kisah cinta yang berakhir di tengah jalan, hanya menjadi kenangan, bukan
berarti cinta telah berakhir. Akhir cerita yang menjadi awal cerita lainnya,
masih tentang cinta, maka cinta akan terus menjalani kisah-kisahnya.
Ada
pertemuan maka ada perpisahan, mereka berkawan erat, begitu katanya. Namun
tidak dengan cinta. Cinta tak mengenal perpisahan , jika pun ada kisah cinta
yang terpisah namun sebetulnya tak sungguh-sungguh berpisah.
Cinta
yang datang tetapi hanya sekedar mampir, bukan berarti kisahnya telah mencapai
titik akhir. Cinta berpisah hanya sebatas raga namun tak berpisah di dalam jiwa.
Ada kisah yang mengalun pada pikiran bernama kenangan. Mesikpun cinta telah
menjalani kisah lainnya, namun kenangan tak akan terhapus oleh masa. Ia akan
tetap ada sesekali bicara sebagai nasehat agar tak ada lagi cinta yang sekedar
mampir.
Cinta
sejati, cinta sampai mati. Cinta yang akan selalu ada di dalam hati. Meski tak
lagi menjalani kisah bersama, namun kematian bukanlah sebuah perpisahan. Cinta
akan terus ada melalui lantunan doa dari dia yang mencinta, hingga cinta kembali
dipertemukan ditaman surga-Nya.
#30DaysWritingChallenge
#30DWC
#30DWCJilid5
#30DWCJilid5
#Day30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar