Hari keempat ....
*
Menulis merupakan
sebuah aktifitas dalam menuangkan ide dari hati dan pikiran. Proses pencarian ide
tulisan pada setiap orang berbeda-beda. Ada yang suka melakukan traveling, ada yang senang duduk-duduk di coffee shop sambil mengamati orang-orang disekitar, atau
ada yang memilih tenggelam dalam tumpukan buku-buku sastra.
Untuk 30 Days Writing Challenge (30DWC) saya mencoba mencari ide tulisan dari hal-hal sederhana seperti pengalaman pribadi, buku yang sedang dibaca dan melalui cerita-cerita yang (sengaja atau tidak sengaja) orang lain tulis di akun media sosialnya. Ada sebagian orang amat menjaga privasi dirinya, namun ada juga orang-orang yang suka berbagi cerita hidupnya,
entah cerita keseharian biasa, atau pun cerita yang sifatnya sangat pribadi
yang seharusnya tidak diumbar di media sosial.
Dari setiap kisah, saya
selalu mencoba melihat dan menilainya dari berbagai sisi. Tidak hanya dari kacamata pribadi, tetapi juga dari kacamata orang lain, agar perspektif dalam melihat masalah menjadi lebih luas, sehingga tak mudah membuat sebuah penilaian atau penghakiman.
Di hari
keempat 30DWC saya mengambil ide dari rumitnya cinta wanita, yang saya beri judul Cinta Diam-Diam.
Agita Maulani: Cinta Diam-Diam
Cinta wanita itu unik. Untuk mengungkapan ia merasa sungkan, namun jika tak mengungkapkan bagaimana sang pria tahu bahwa si wanita mencintainya. Bercerita pada orang lain ada kekhawatiran ia menceritakannya pada orang yang salah. Jika nekat menyatakan langsung, khawatir dianggap agresif yang berakhir penolakan.
Agita Maulani: Cinta Diam-Diam
Cinta wanita itu unik. Untuk mengungkapan ia merasa sungkan, namun jika tak mengungkapkan bagaimana sang pria tahu bahwa si wanita mencintainya. Bercerita pada orang lain ada kekhawatiran ia menceritakannya pada orang yang salah. Jika nekat menyatakan langsung, khawatir dianggap agresif yang berakhir penolakan.
Perihal cinta,
secerewet apa pun wanita, ketika bicara cinta ia bisa diam seribu bahasa. Cinta
dalam diam, tetapi bukan diam yang sesungguhnya. Cinta diam-diam, tampak tak biasa namun sesungguhnya ada cinta yang luar biasa. Mungkin dia diam, tampak acuh, tapi dalam diam suaranya riuh dikegelapan malam. Pada-Nya ia bercerita tentang rasanya, memohon kelapangan akan
harapan-harapannya perihal jodoh, karena memang jodoh adalah kuasa-Nya.
Wanita itu menunggu, begitu katanya. Lalu bagaimana jika yang di tunggu tak kunjung tiba? Ada pesan bijak untuk wanita, bahwa teruslah memperbaiki diri, mempercantik hati, maka Allah akan memberi yang juga baik, sesuai firman-Nya pada surat An Nur ayat 26 :
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
***
#30DaysWritingChallenge
#30DWC
#30DWCJilid5
#Day12
Tidak ada komentar:
Posting Komentar