Translate

Minggu, 23 April 2017

Cerita Tujuh Hari - Bagian 6


Hari Kelima ....

*

Menulis adalah seni merangkai kata. Disebut seni karena menulis bukan sekedar menyusun kata-kata. Kata dirangkai agar menjadi suatu kalimat bermakna. Namun proses merangkai kata tak semudah yang di duga. Saya buka seorang Chairil Anwar atau Emha Ainun Najib yang dapat menulis puisi sarat pesan dan makna. Saya bukan seorang Dewi Lestari atau Andrea Hirata yang dapat bertutur apik dalam novel-novel karyanya. Saya adalah seorang yang sedang berproses untuk menulis lebih baik. Itu lah sebabnya saya mengikuti 30 Days Writing Challenge (30DWC).

Ada banyak kata yang terbersit di dalam pikiran, menanti untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan, masih tentang cinta.

Cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga soal pikiran. Salah satu  hal tentang cinta yang ada di dalam pikiran adalah kenangan. Entah kenangan baik atau kenangan yang kurang baik.

Tulisan saya di hari kelima 30 DWC bercerita tentang kenangan, kisah lama yang masih ada di dalam pikiran. Menghapus kenangan di dalam pikiran tak semudah menghapus kenangan di telepon genggam (foto), yang cukup tekan tombol delete lalu hilang.

Perlu waktu untuk menghilangkan kenangan dan merubahnya menjadi kisah lama. Hmmm .... Apa bedanya kenangan dan kisah lama?

Kenangan sudah pasti kisah lama, namun kisah lama belum tentu kenangan.

Kenangan adalah sesuatu yang memang untuk di kenang, indah untuk terus di ingat, sedangkan kisah lama adalah kenangan yang kisahnya tak lagi di ingat. Memang tak ingin di ingat karena menyakitkan atau memang terlupakan karena sudah terhapus dengan kisah yang baru. Kisah lama adalah kenangan yang disimpan hingga usang dan tak bernilai.

#30DaysWritingChallenge
#30DWC
#30DWCJilid5
#Day 13


Tidak ada komentar:

Posting Komentar