Hari Kelima ....
*
Menulis adalah seni
merangkai kata. Disebut seni karena menulis bukan sekedar menyusun kata-kata. Kata dirangkai agar menjadi suatu kalimat bermakna. Namun proses merangkai kata tak semudah
yang di duga. Saya buka seorang Chairil Anwar atau Emha Ainun Najib yang dapat
menulis puisi sarat pesan dan makna. Saya bukan seorang Dewi Lestari atau Andrea
Hirata yang dapat bertutur apik dalam novel-novel karyanya. Saya adalah seorang
yang sedang berproses untuk menulis lebih baik. Itu lah sebabnya saya mengikuti
30 Days Writing Challenge (30DWC).
Ada banyak kata yang
terbersit di dalam pikiran, menanti untuk dituangkan menjadi sebuah tulisan,
masih tentang cinta.
Cinta bukan hanya soal
perasaan, tetapi juga soal pikiran. Salah satu
hal tentang cinta yang ada di dalam pikiran adalah kenangan. Entah
kenangan baik atau kenangan yang kurang baik.
Tulisan saya di hari
kelima 30 DWC bercerita tentang kenangan, kisah lama yang masih ada di dalam
pikiran. Menghapus kenangan di dalam pikiran tak semudah menghapus kenangan di telepon genggam (foto), yang cukup tekan
tombol delete lalu hilang.
Perlu waktu untuk
menghilangkan kenangan dan merubahnya menjadi kisah lama. Hmmm .... Apa bedanya kenangan
dan kisah lama?
Kenangan sudah pasti
kisah lama, namun kisah lama belum tentu kenangan.
Kenangan adalah sesuatu yang
memang untuk di kenang, indah untuk terus di ingat, sedangkan kisah lama adalah
kenangan yang kisahnya tak lagi di ingat. Memang tak ingin di ingat
karena menyakitkan atau memang terlupakan karena sudah terhapus dengan kisah
yang baru. Kisah lama adalah kenangan yang disimpan hingga usang dan tak bernilai.
#30DaysWritingChallenge
#30DWC
#30DWCJilid5
#Day 13
Tidak ada komentar:
Posting Komentar